December 21, 2016

BundaHaidar Little Kitchen: Pudding Salju

Assalamu'alaykum

Setelah sekian lama, akhrnya saya menggunakan mixer lagi. Yeay! Sebelumnya saya pakai mixer untuk bikin martabak manis a.k.a terang mBulan, sedangkan kali ini saya membuat pudding. This is my first attemp for making pudding using white egg and mixer. Agak nervous takut gagal, tapi lanjut ajalah. Se"gagal-gagal"nya pudding insyAllah masih bisa dimakan kan ya? ^^

30 menit berkutat di dapur dan akhirnya jadilah seloyang Pudding Salju yang alhamdulillah "Enaaak..." kata suami saya... ^^


Pin ThisShare on TumblrShare on Google PlusEmail This

December 13, 2016

Visiting Cimory on the Valley



Satu tempat yang selalu saya usahakan ( a.k.a request ) untuk mampir ketika pergi ke Semarang via Ungaran adalah Cimory On The Valley. Tidak terkecuali ketika menghadiri pernikahan kakak angkatan sekaligus teman akrab di kampus Arsitektur UGM, mbak Fela, yang diadakan di gedung Dewa Ruci, Semarang. Sengaja datang h-2 untuk bisa membawa Haidar keliling Semarang dan menikmati kuliner yang jarang kita santap di Jogja *ini sih yang menikmati banget AbiBundanya laaaah...  Perjalanan kali ini juga pertama kalinya membawa Haidar menginap di hotel. Only three of us. Haidar memang sudah sering diajak ke luar kota, tapi biasanya terus menginap di rumah eyangnya atau saudara. Menginap di hotel tentu lain ceritanya. Segala perlengkapan termasuk makanan dan cemilan, semua disiapkan sendiri, nggak boleh ada yang terlupa. Untungnya, Haidar sudah cukup besar dan kooperatif untuk menikmati pengalaman pertama ini. Mandi di wastafel *semua ibu sepertinya melakukan ini ketika menginap di hotel...hahaha*, sarapan di restoran hotel *asupan makanan Haidar selalu menjadi hal yang tricky ketika bepergian* dan lain sebagainya. Alhamdulillah, kami bertiga enjoy sekali. ^^
Pin ThisShare on TumblrShare on Google PlusEmail This

June 26, 2016

Kelas Ngabuburit #2 CREATE SALAD with Letusee

Assalamu'alaykum


Bermula dari shared poster dari mas Rizal--suami tersayang--Sabtu kemarin saya merapat ke Pusat Studi Lingkungan Univ Sanata Dharma untuk ikut Kelas Ngabuburit #2 C R EAT E SALAD yang digelar oleh Letusee.  Honestly, ini pertama kalinya saya berkunjung ke lokasi kafe Letusee, bahkan di lokasi sebelumnya yang berada di Demangan pun saya belum pernah. Padahal sudah sering saya mendengar kata “Letusee” dan postingannya tentang salad--and other healthy organic food--yang bersliweran di timeline Instagram saya. Ya, Letusee adalah sebuah kafe di Jogja yang menyajikan makanan organic nan sehat di daftar menunya. Dan mereka juga menyediakan produk mentah jika kita berniat untuk mengolahnya di rumah, such as Gluten-free Flour, Sorghum, Homemade Jam etc. Selain Letusee, masih ada beberapa tempat atau produsen yang menyediakan guilty-free product di Jogja. Sebut saja @kebunroti, @conogelateria (artisan gelato tanpa essen dan micin yang baru buka kemarin malam di Jln Bougenville, Selokan), atau bisa datang di Pasar-pasar Sehat yang digelar bergilir berpindah tempat tiap harinya—Pasar Kamisan Maguwo, Pasar Sagan, Pasar Sehat Demangan. My bad, saya tahu ini semua dari feeds IG namun belum pernah mengunjungi satupun. Ngelesnya sih karena saya belum sempat…hihihi. Semoga kapan-kapan bisa mampir ke salah satunya.

 

Kembali ke Kelas Ngabuburit C R EAT E SALAD with Letusee, setelah daftar via WhatsApp yang adminnya baik dan ramah sekali—halo, mbak Vinda—Sabtu sore jam setengah4 saya meluncur diantar mas Rizal ke lokasi acara. Jujur saja, agak nervous dan deg-degan. Saya sudah lama nggak ikut workshop dan seminar semenjak Haidar lahir. Jadi “bertemu-orang-baru” setelah sekian lama cukup bikin over excited...in a good way  tentunya. Akhirnya sampai di lokasi pukul 4 tepat sesuai jadwal, setelah sebelumnya mengarungi lalu lintas Riang Road utara yang macetnya cukup untuk melatih emosi dan ditambah dengan kebablasan (utang cium untuk supir yang baik hati yang sabar banget mau nganterin :*). Pertama kali menginjakkan kaki di PSL, saya bengong bengong bingung tapi seneng liat deretan pohon jati yang tinggi menjulang. Satu pertanyaan muncul di benak saya “Ini masih di Jogja kan?”. Hanya beberapa puluh meter dari salah satu jalan paling padat di Jogja dan ada “suaka” yang teduh sekali. Dan kemudian DOENG..DANG..DONG..saya tersadar oleh suara pembangunan proyek hotel persis di depan dan belakang PSL….”hhh..ini masih di Jogja dengan proyek hotel dan apartemen di mana-mana” *tertawa miris*. Mengikuti panah penunjuk jalan, saya menaiki tangga di satu-satunya bangunan permanen yang ada di sana. Bangunan kayu 2 lantai yang cocok sekali berada di rerimbunan pohon jati. Over all, the ambience is so impressive. Suka!
Pin ThisShare on TumblrShare on Google PlusEmail This